Dian Anak SD tetanggaku

Perkenalkan aku Aldi, seorang pria berumur 28 tahun. aku sendiri di Jakarta ini, dan hanya tinggal di kOs - kosan...kejadian yang ku alami ini bisa dibilang sebagai pemerkosaan. kenapa? begini ceritanya, pada saat itu hari Minggu di bulan Desember 2008 aku berniat untuk meninggalkan Kos - kosan untuk pindah ke Jogjakarta menemui sahabat ku. aku berniat untuk tinggal dan menetap disana jadi, Jakarta aku tinggalkan.
nah kejadian nya terjadi.. ketika aku hendak melapor ke ketua RT yang kebetulan adalah kakek Dian, aku datangi kerumahnya yang letaknya agak terpojok dari ujung jalan.
tok...tok...tok aku mengetuk pintu dan ternyata yang menyambut adalah pak RT nya. sebut saja Sukoco. pak Sukoco tidak bisa langsung mengijinkan ku untuk pergi dan pindah. karena harus ada administrasi yang harus aku penuhi. administrasi bagiku sebenarnya tidak penting.tapi ...hanya untuk formalitas saja.
"wah...Nak Aldi..saya harus mengambil di Kelurahan.." kata Pak RT saat itu.

dan Pak sukoco menyuruhku untuk menunggui cucu nya Dian. karena letak kelurahan kami yang jauh dari rumahku yang bisa menghabiskan waktu 2 Jam Pulang pergi.

jam menunjukkan pukul 19:00. aku masih menunggu di ruang tamu. oiya Dian itu anaknya manis, tubuhnya sedikit kurus, berkacamata dan memiliki wajah yang bulat. namun kadang ketika dia lewat di depan ku aku sangat terangsang dengan Pantat nya yang bulat itu. dan kalau dilihat dari sampin Payudara Dian hanya sebesar gundukan kecil. bibirnya yang tipis membuat ku ingin mencumbunya. Malam daerah ku begitu dingin. ketika aku lihat ada pergerakan di Ruang Tv yang bersebelahan dengan ruang Tamu. dan ternyata itu Dian yang sedang menonton TV membelakangiku.

aku sangat terasang dengan dingin malam itu, belum lagi ada seorang bocah kelas 5 SD yang memakai kaos lengan pendek, dan Tank top yang terbayang di belakangnya.

aku berusaha menahan dan mengingat - ingat bahwa dia adalah cucu dari pemimpin daerah itu. tapi akhirnya aku tidak dapat menahan hawa nafsu yang sangat tinggi, lagi pula pak Sukoco masih lama pulangnya. lagi pula bila aku ketahuan, aku bisa lari tanpa menyelesaikan Administrasi. toh aku adalah orang yang tidak begitu dikenal di daerah situ. itulah pikiran ku, aku tutup pintu rumah tersebut.
dan akhirnya aku dekati Dian pelan - pelan dari belakang namun dian masih asyik dengan tontonannya sehingga ia tidak mengetahui ada orang mendekat ke arahnya.

tak lama Dian aku peluk dari belakang, kebetulan saat itu Dian duduk bersila, aku peluk dia, dan aku ciumi lehernya
Dian kaget dan berusaha menjauh dariku tapi pelukan ku lebih kuat.

"Om jangan Om..." Dian merintih.

namun tak aku perduli kan aku tetap memeluk dan menciuminya. hingga kedua pundaknya aku pegang dari depan dan aku pindah kan dia ke sudut ruangan, tepat di pojok tembok dia terduduk dan mulai berkaca - kaca.

"jangan om...om mau ngapain???" Dian polos.

"engga kok..nanti juga enak, Dian mau dibeliin Coklat gak??" bujuk rayuku.

tapi tetap saja matanya berkaca - kaca tapi tidak menangis. hingga ia terduduk di pojok dan aku berdiri. lalu aku turunkan resleting celana ku, dan aku buka Celana dalam ku dan kukeluarkan penis ku yang berukuran standard. dan aku melangkah mendekati Dian lalu menyodorkan kemulutnya.

"ayo Dian...hisap..."

Dian menoleh kekanan dan kekiri menolak untuk mengoral penisku. tapi karena posisiku berdiri, aku bisa memegang kepalanya...lalu aku paksa untuk memasukkan penisku kedalam mulut kecil dan hangatnya. ia pun sedikit terbatuk - batuk karena tersedak. setelah ia tersedak, langsung aku sodorkan kembali penisku.

kali ini tidak begitu dalam dan ku maju - mundurkan di dalam mulutnya. tangan Dian menahan tubuhnya dilantai dengan posisi masih berada di pojok dengan kaki lurus dan berbusana.

aku tak pernah membayangkan betapa nikmatnya seorang anak SD

"sssh....ahhh....ttterrrruss...diannn....ah...."

"hhmmpp.." hanya suara itu yang bisa keluar dari mulut kecilnya.

dan tak beberapa lama...aku merasakan ada yang ingin keluar dari ujung penisku ini. akhirnya aku cabut saja..

"om...udah...om...Dian.takut.." matanya sembab menahan tangis.

aku tidak perduli. langsung saja aku dekati bibir dian lalu aku lumat bibirnya, aku menikmati ciuman itu sambil memejamkan mata.
aku memainkan lidahku didalam mulutnya. aku hisap - hisap bibirnya bagaikan adegan french kiss yang ada di Film porno. setelah permainan bibirku selesai, aku mulai membuka pakaian yang melekat di tubuhnya yang mungil.
"mau ngapain om???" tanya nya.aku hanya diam saja sambil meneruskan membuka bajunya. awalnya Dian menolak dengan menahan laju naik bajunya dengan tangannya. namun, aku masih lebih kuat. setelah semua terlepas termasuk celana dalam dan tank topnya aku bisa melihat tubuh seksi dari bocah kelas 5 SD dengan pantat yang lumayan besar dan payudara yang sebesar gundukan kecil.
aku amat terangsang melihat gundukan itu, ketika Dian masih terduduk di pojok ruangan, aku mendekati mulutku ke bagian payudaranya ...lalu aku jilati putingnya.

"ahhh...Om...geli...." Dian mengerang.

tangan ku bermain di bagian pantat dian yang berada dilantai. aku remas - remas pantat kenyal itu dengan tangan kanan sambil masih menjilati puting payudara Dian. rambutku sakit karena di jambak olehnya.

setelah aku puas aku lepaskan jilatan ku. Dian mengelah nafas.

ahh.....Dian begitu merangsang.

garis memek yang begitu menawan, aku jilati dengan penuh nafsu hingga penuh dengan air liur ku..

dia masih berada di pojok ruangan TV itu, dalam keadaan bugil, dan bibir penuh dengan air liur bekas french kiss ku. lalu, kedua kaki Dian ku angkat hingga mengapit kedua pinggul ku dan kuarahkan penis ku ke bagian memeknya. pertama ku dorong pelan - pelan...
"akh................" dian kesakitan rupanya. aku amat menikmati penetrasi pertama ku itu karena memeknya yang begitu sempit.

"auu...sakit..om..." air mata Dian meleleh.

untuk mengurangi rasa sakit payudara Dian ku remas - remas kecil hingga sampai di puting begitu berulang - ulang. akhirnya penisku berhasil masuk dan serasa berada di dalam jepitan yang kuat namun nikmat. kemudian aku maju - mundurkan penis ku itu dan tiap tarikan penisku, membuat Dian ikut terbawa. ketika sudah sangat licin, aku dengan mudah mengenjotnya.

"ahh...ahh..aahh..." aku mengerang sendiri

makin lama aku semakin liar, aku genjot dengan sangat cepat dan keras..

"ehm...sakit..om.."

namun sudah sangat lama aku berada di posisi seperti ini, tidak membuatku orgasme. kemudian bocah kelas 4 SD ini aku bangunkan dan aku gendong.

"sekarang coba kamu merangkak Dian" aku memerintah.

kemudian Dian merangkak sambil berjalan perlahan - lahan. kemudian dengan cepatnya kedua pundak anak ini aku tangkap dari belakang. hap...kedua pundak nya aku tahan dengan kedua tangan. kemudian penis ku kembali kutancapkan ke dalam memeknya. masih sangat sempit "ah......Dian......." aku mengerang kembali.
penis ku masuk kembali hingga kini aku berada pada posisi doggy style. tangan ku berpindah memegangi pinggul nya. aku maju - mundurkan penisku dengan bantuan tangan kanan dan tangan kiri ku untuk memandu pinggul Dian.

"ahhh..ah...ah..." aku mendesah.

hingga tak berapa lama pada posisi seperti ini aku merasakan ingin keluar. kemudian penis ku aku keluar kan dari memeknya. kemudian aku tahan sebentar. lalu dengan cepat Dian kembali ke posisi di pojok ruangan dengan mengalungkan tangannya menutupi kedua kakinya sambil tertunduk menangis. hingga aku pun masih bisa melihat belahan memek merahnya merekah.

aku yang sudah tidak bisa menahan ingin keluar ini pun langsung menarik kedua kakinya hingga lurus. lalu aku masukkan penis ku lagi kedalam memeknya. "aaaah................Diannn......" lalu aku pun orgasme di dalam memeknya. aku cabut kembali penis ku dan aku melihat Dian menangis. kemudian aku sodorkan penis ku kedalam mulutnya, lalu sambil menangis Dian menjilatinya dengan terpaksa. hingga ketika ku cabut penis ku bersih dan Dian menangis terbatuk - batuk.

tak rela aku meninggalkan kenikmatan itu aku masih terangsang dengan Dian. dengan liar aku lumat lagi bibirnya bagaikan anak kecil memakan Ice cream cone. hingga aku memainkan lidah didalam mulutnya.

jam baru menunjukkan pukul 20:25. aku masih amat terangsang saat itu. kemudian aku perintahkan Dian untuk melayani ku sekali lagi dengan posisi berbeda. aku tiduran di lantai dan Dian yang masih sembab matanya akibat menangis aku suruh untuk berdiri. kemudian dia kusuruh untuk berdiri diatas penis ku.

"masukan...Dian.." perintahku

sambil sedikit jongkok, Dian memegang penisku dan memposisikan hingga pas dengan penisku. "ahhh..." begitu suaranya ketika memeknya masuk perlahan dan duduk diatas penisku.

"hayo..bangun dan turun lagi"..
kemudian dia menurut dia berdiri, lalu duduk, berdiri, duduk begitu seterusnya.

"ahhh...bagus...kamu..hebat..."

dia melakukan posisi begitu sambil menangis. betapa nikmatnya aku melakukan begitu. bahkan, Dian aku suruh untuk maju mundur tidak naik turun.

hingga kemudian aku orgasme kedua. dan melepaskannya lalu berpakaian kembali. aku melihat Dian menangis di tembok sambil duduk. ketika aku selesai berpakaian, aku colek sedikit putingnya. "makasih ya..." lalu aku kenakan jaket ku lagi. dan pulang.

kemudian malam itu juga, aku berpamitan dengan teman kosku dan pergi naik Kereta eksekutif. 3 bulan sejak kejadian itu, aku menelpon sahabatku. sahabatku bilang, sekarang Dian menjadi pendiam dan tertutup. namun kabarnya belum ada yang mengetahui kasus itu. mungkin hingga kini kasus itu sudah dilupakan.

0 komentar:

Poskan Komentar